Seorang driver ojek online di Makassar mengalami insiden pembusuran setelah menegur seorang “Pak Ogah” yang tidak memberi jalan.

Seorang driver ojek online di Makassar mengalami insiden serius saat menjalankan pekerjaannya di jalan kota. Ia menerima serangan busur setelah menegur seorang “Pak Ogah” yang tidak memberi akses jalan di lokasi kejadian. Peristiwa ini langsung menarik perhatian warga sekitar karena terjadi di area yang cukup ramai.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.
Kronologi Kejadian di Jalan Kota Makassar
Peristiwa bermula saat korban melintas di salah satu ruas jalan yang sering mengalami kemacetan di Makassar. Korban melihat seorang pria yang dikenal sebagai “Pak Ogah” mengatur lalu lintas secara tidak resmi dan tidak memberi jalan kepada pengendara tertentu. Korban kemudian menegur pelaku karena kondisi jalan semakin semrawut.
Teguran tersebut justru memicu ketegangan antara korban dan pelaku. Suasana di sekitar lokasi mulai menarik perhatian pengendara lain yang melintas. Beberapa warga sempat mencoba melerai, namun situasi sudah terlanjur memanas.
Tidak lama setelah itu, pelaku diduga mengambil tindakan agresif dengan menggunakan busur dan mengarahkannya ke korban. Korban langsung mengalami luka dan berusaha menjauh dari lokasi kejadian. Warga sekitar kemudian membantu korban untuk mendapatkan pertolongan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kondisi Korban Usai Penyerangan
Korban mengalami luka akibat anak busur yang mengenai bagian tubuhnya. Warga langsung membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Korban masih dalam kondisi sadar saat mendapat pertolongan pertama.
Tim medis melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi luka dan mencegah komplikasi. Korban juga memberikan keterangan awal kepada pihak berwajib terkait kejadian yang dialaminya. Keterangan ini membantu polisi dalam proses penyelidikan.
Keluarga korban langsung datang setelah menerima kabar insiden tersebut. Mereka meminta aparat untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan perlindungan kepada korban. Suasana haru menyelimuti ruang perawatan saat keluarga melihat kondisi korban.
Baca Juga:
Respons Polisi dan Penyelidikan

Polisi di Makassar langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga dan keluarga korban. Petugas mengumpulkan keterangan saksi di lokasi kejadian untuk mengetahui kronologi secara lengkap. Tim juga memeriksa area sekitar untuk mencari bukti tambahan.
Aparat kepolisian berusaha mengidentifikasi pelaku berdasarkan ciri-ciri yang diberikan oleh saksi mata. Polisi juga menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mempercepat proses pengungkapan kasus. Upaya ini berjalan intens karena kasus melibatkan kekerasan di ruang publik.
Polisi menegaskan komitmen untuk menangkap pelaku dan menindak sesuai hukum yang berlaku. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat memicu konflik di jalan.
Imbauan Tertib Lalu Lintas di Makassar
Pemerintah dan aparat keamanan mengingatkan masyarakat untuk menjaga ketertiban di jalan raya. Pengendara diminta tidak melibatkan diri dalam konflik dengan pihak yang mengatur lalu lintas secara ilegal. Situasi seperti ini dapat memicu insiden berbahaya.
Suporter ketertiban jalan juga mengajak masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas “Pak Ogah” yang meresahkan. Laporan cepat membantu aparat bertindak lebih efektif di lapangan. Edukasi keselamatan lalu lintas terus digencarkan di berbagai wilayah.
Masyarakat berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak terjadi lagi insiden kekerasan di jalan raya. Semua pihak perlu menjaga emosi dan mengutamakan keselamatan bersama saat berada di ruang publik.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Makassar kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Makassar.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari detikcom
- Gambar kedua dari SINDOnews.com