Kasus pemerkosaan mahasiswi di Makassar mengungkap fakta mengejutkan bahwa pelaku diduga berencana kembali melakukan aksi serupa di kota lain.
Kasus pemerkosaan dan penyekapan mahasiswi di Makassar mengejutkan publik karena pelaku diduga tidak hanya sekali beraksi, tetapi juga telah merencanakan kejahatan serupa di kota lain. Polisi menemukan indikasi bahwa tindakan pelaku dilakukan secara sistematis dan berulang.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.
Awal Mula Kasus: Terjebak Lowongan Kerja Palsu
Peristiwa ini bermula pada Jumat, 8 Mei 2026, ketika korban berinisial MA (21), seorang mahasiswi, tertarik dengan lowongan kerja sebagai babysitter yang diposting di media sosial. Tanpa curiga, korban mendatangi rumah kontrakan di kawasan Tamalate, Makassar, yang disebut sebagai lokasi kerja sementara.
Setibanya di lokasi, korban diminta menunggu beberapa hari sebelum mulai bekerja. Namun, selama masa tunggu itu, korban justru diminta membantu pekerjaan rumah di kontrakan tersebut. Situasi ini menjadi awal dari jebakan yang telah disiapkan pelaku.
Pada hari-hari berikutnya, korban tidak menyadari bahwa dirinya telah terperangkap dalam skema kejahatan yang dirancang pelaku untuk mengisolasi dan menguasai korban secara penuh.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penyekapan dan Aksi Kekerasan di Rumah Kontrakan
Pada Minggu, 10 Mei 2026, situasi berubah menjadi tragis ketika pelaku mulai melancarkan aksinya. Korban disekap di dalam kamar kontrakan, bahkan mengalami ancaman menggunakan senjata tajam berupa cutter. Dalam kondisi tertekan, korban tidak bisa melarikan diri.
Selama penyekapan, korban juga mengalami kekerasan berulang. Polisi mengungkap bahwa korban sempat diikat dan diperlakukan secara tidak manusiawi di dalam rumah kontrakan yang disewa pelaku hanya untuk beberapa hari.
Kejadian ini akhirnya terbongkar ketika pemilik rumah datang melakukan pengecekan dan menemukan korban dalam kondisi mengenaskan. Warga sekitar kemudian ikut membantu mengevakuasi korban sebelum polisi tiba di lokasi.
Baca Juga: Geger Makassar! Pelaku Sekap dan Perkosa Mahasiswi Akhirnya Ditangkap
Pelarian Pelaku dan Penjualan Barang Korban
Setelah melakukan aksinya, pelaku tidak hanya melarikan diri tetapi juga membawa barang milik korban. Sepeda motor dan telepon genggam milik korban dijual oleh pelaku dengan total nilai sekitar Rp3 juta.
Pelarian pelaku berlangsung hingga ke Surabaya, Jawa Timur. Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku di Pelabuhan Tanjung Perak saat ia baru turun dari kapal.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya, termasuk tindak pencurian terhadap barang milik korban setelah melakukan kekerasan.
Fakta Mengejutkan, Rencana Beraksi Lagi di Kota Lain
Fakta paling mengejutkan terungkap setelah penyelidikan lebih lanjut. Polisi menemukan bahwa pelaku tidak berhenti pada satu korban saja. Ia diduga telah menyiapkan modus serupa untuk kembali melakukan kejahatan di Surabaya.
Pelaku diketahui kembali menyebarkan lowongan kerja palsu melalui media sosial dengan pola yang sama seperti di Makassar. Hal ini menunjukkan bahwa aksi tersebut telah direncanakan untuk berulang dan tidak bersifat spontan.
Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. Kasus ini membuka fakta bahwa pelaku memiliki pola kejahatan yang terstruktur dan berpotensi berulang jika tidak segera dihentikan.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas sumbernya, terutama yang beredar di media sosial. Modus kejahatan berbasis penipuan lowongan kerja semakin sering digunakan untuk menjebak korban.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Makassar kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Makassar.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com