Seorang juru parkir (jukir) di Makassar viral setelah memaksa pemotor membayar parkir di minimarket dengan alasan dirinya resmi.

Sebuah video yang menampilkan aksi juru parkir di Makassar viral di media sosial setelah ia memaksa seorang pemotor membayar parkir di area minimarket. Dalam video tersebut, jukir tersebut mengaku sebagai petugas resmi dan meminta uang parkir kepada pengunjung yang baru saja keluar dari toko.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini bermula saat seorang pemotor berhenti di salah satu minimarket di Makassar untuk berbelanja kebutuhan harian. Saat pengendara selesai beraktivitas dan hendak pergi, seorang juru parkir mendekati dan meminta uang parkir. Pengendara tersebut sempat mempertanyakan kewajiban pembayaran karena tidak melihat papan tarif resmi di area tersebut.
Situasi memanas ketika jukir tersebut tetap meminta uang dengan nada tegas dan menyebut dirinya bekerja secara resmi. Pengendara merasa keberatan karena tidak ada bukti legal yang jelas di lokasi. Rekaman kejadian itu kemudian tersebar luas melalui media sosial dan langsung memicu perdebatan publik.
Warganet menyoroti cara jukir tersebut menyampaikan permintaan uang yang dinilai terlalu menekan. Banyak pengguna media sosial juga mempertanyakan apakah minimarket tersebut benar-benar bekerja sama dengan pihak pengelola parkir.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Jukir Mengaku Resmi
Juru parkir dalam video tersebut menyampaikan klaim bahwa ia bekerja secara resmi dan memiliki izin. Ia menegaskan bahwa area parkir tersebut berada dalam pengelolaan pihak tertentu yang sudah memberi mandat kepadanya untuk menarik retribusi dari pengunjung.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sesuai arahan pengelola. Menurutnya, setiap kendaraan yang masuk wajib membayar biaya parkir sebagai bentuk aturan yang berlaku di lokasi tersebut. Ia menyebut aturan itu sudah berjalan cukup lama dan diketahui oleh sebagian pengunjung tetap.
Namun, sejumlah warga tetap meragukan pernyataan tersebut karena mereka tidak menemukan tanda resmi atau bukti kerja sama yang jelas antara minimarket dan pengelola parkir. Kondisi ini membuat perdebatan semakin meluas di masyarakat. Banyak orang meminta kejelasan dari pihak terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berulang.
Baca Juga: Makassar Diproyeksikan Jadi Kota Kreatif, Ini Pernyataan Wali Kota di MIWF
Reaksi Warga

Warga Makassar menunjukkan beragam reaksi setelah video tersebut viral. Sebagian warga merasa kesal karena mereka menilai jukir tersebut bersikap memaksa dan tidak memberikan pilihan kepada pengunjung. Mereka menilai tindakan itu mengganggu kenyamanan konsumen minimarket.
Sebagian warga lain justru melihat kejadian ini sebagai masalah yang sudah sering muncul di banyak tempat. Mereka menilai pengelolaan parkir di area publik sering tidak memiliki aturan yang jelas sehingga memicu konflik antara petugas dan pengguna kendaraan.
Banyak pengguna media sosial juga menuntut transparansi dari pengelola minimarket. Mereka meminta pihak usaha memberikan penjelasan resmi agar masyarakat tidak bingung dengan status parkir di lokasi tersebut. Diskusi ini terus berkembang dan menarik perhatian publik lebih luas.
Tanggapan Pihak Terkait
Sejumlah pihak mulai menyoroti kasus ini setelah video menyebar luas. Pengamat lokal menilai pengelola usaha perlu memastikan sistem parkir berjalan transparan dan tidak merugikan konsumen. Mereka juga mendorong adanya papan informasi yang jelas mengenai tarif dan aturan parkir.
Pihak masyarakat berharap pemerintah daerah ikut turun tangan untuk menertibkan praktik parkir yang berpotensi menimbulkan keresahan. Mereka ingin setiap lokasi usaha memiliki standar pelayanan yang jelas agar tidak terjadi pungutan yang membingungkan.
Kasus ini juga mendorong diskusi tentang pentingnya pengawasan terhadap juru parkir di area publik. Banyak pihak menilai pengawasan yang lemah membuka ruang terjadinya kesalahpahaman antara petugas dan pengguna layanan.
Dampak dan Imbauan
Kejadian ini menimbulkan dampak langsung berupa keresahan di kalangan pengunjung minimarket. Banyak orang mulai lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan di area publik karena takut menghadapi situasi serupa.
Warga juga mulai aktif meminta kejelasan kepada pengelola tempat usaha sebelum melakukan transaksi atau parkir. Mereka ingin memastikan tidak ada biaya tambahan yang tidak jelas dasar hukumnya.
Pemerhati sosial mengimbau semua pihak untuk menjaga komunikasi yang baik agar konflik kecil tidak berkembang menjadi masalah besar. Mereka juga mendorong pengelola usaha untuk memasang informasi resmi secara terbuka agar masyarakat bisa memahami aturan dengan jelas.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Makassar kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Makassar.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari detikcom
- Gambar kedua dari Pikiran Rakyar Koran