Warga Jalan Abubakar Lambogo, Kelurahan Bara-Baraya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dibuat geger oleh aksi pembacokan yang melibatkan seorang driver ojek online (ojol) dan mahasiswa.
Korban bernama Alham (26) mengalami luka setelah dibacok oleh mahasiswa berinisial AF (20). Peristiwa tersebut bermula ketika korban menegur pelaku yang menggeber motor di depan rumahnya.
Teguran Soal Motor Berujung Aksi Pembacokan
Kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 15.10 Wita. Saat itu, AF melintas menggunakan motor di Jalan Abubakar Lambogo. Menurut keterangan polisi, pelaku mengendarai motor dengan suara keras. Aksi tersebut kemudian membuat korban merasa terganggu dan menegur pelaku.
Kapolsek Makassar Kompol Mustari menjelaskan bahwa korban dan pelaku sebenarnya merupakan tetangga. Rumah keduanya juga berada dalam jarak yang tidak jauh. “Pelaku dan korban ini sebenarnya tetangga. Rumahnya tidak cukup 100 meter dan sama-sama warga sana,” ujar Mustari.
Namun, teguran tersebut membuat situasi memanas. Pelaku yang merasa tersinggung kemudian turun dari motor dan melakukan penyerangan menggunakan parang.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pelaku Diduga Membawa Parang Saat Melintas di Lokasi
Polisi menjelaskan bahwa AF membawa parang saat kejadian berlangsung. Senjata tajam tersebut sebelumnya dibawa karena orang tua pelaku meminta bantuan mengambil sesuatu di kawasan Pasar Karuwisi.
Saat korban memberikan teguran, pelaku langsung bereaksi. Ia kemudian mengayunkan parang ke arah korban hingga menyebabkan luka di bagian dada. Mustari mengatakan pelaku mengaku hanya ingin menakut-nakuti korban. Namun, tindakan tersebut justru menyebabkan korban mengalami luka serius.
“Karena tersinggung dan tidak terima diteriaki, secara spontan dia turun dari motor dan langsung menebas orang yang meneriakinya,” kata Mustari. Polisi masih mendalami keterangan dari berbagai pihak untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian tersebut.
Baca Juga: Bikin Resah Warga! 5 Remaja Pelaku Kejahatan Jalanan di Makassar Ditangkap
Warga Sebut Pelaku Diduga Mencari Keributan
Selain keterangan pelaku, polisi juga menerima informasi dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan warga, pelaku diduga sengaja mendatangi lokasi untuk memancing keributan setelah mendapat teguran dari korban. Mustari menyebut terdapat perbedaan cerita antara pengakuan pelaku dan keterangan masyarakat sekitar.
Menurut versi AF, dirinya hanya ingin memberikan peringatan karena merasa diteriaki dan dihadang warga. Sementara warga menilai pelaku justru datang untuk mencari masalah. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan rangkaian kejadian yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Polisi Tangkap Pelaku di Rumah dan Amankan Barang Bukti
Setelah menerima laporan mengenai aksi pembacokan tersebut, polisi langsung menuju lokasi kejadian. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan pelaku. AF akhirnya diamankan polisi di rumahnya. Petugas juga membawa sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut.
Barang bukti yang diamankan berupa satu bilah parang panjang dan satu unit sepeda motor Honda CRF berwarna putih dengan nomor polisi DD 3455 XX. “Anggota berkoordinasi dengan ketua RT setempat dan mengamankan pelaku di rumahnya beserta barang bukti,” jelas Mustari. Polisi kini masih melanjutkan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengetahui motif dan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.
Korban Masih Dirawat Setelah Alami Luka Tebasan
Akibat serangan tersebut, Alham mengalami luka pada bagian dada. Warga kemudian membantu membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Daya untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Polisi belum mengambil keterangan dari korban karena kondisi kesehatannya masih membutuhkan penanganan medis. “Korban belum kita ambil keterangannya karena masih dirawat,” ungkap Mustari.
Kasus ini menjadi perhatian warga sekitar karena berawal dari persoalan sederhana, yaitu teguran terhadap suara kendaraan, namun berakhir dengan tindakan kekerasan. Polisi mengimbau masyarakat agar menghindari aksi main hakim sendiri dan menyelesaikan setiap permasalahan melalui jalur yang tepat.