Suasana tak biasa terjadi di Makassar ketika ribuan warga memadati area KRI usai shalat Idul Fitri dengan penuh antusiasme.
Usai menjalankan shalat Idul Fitri 1447 H/2026 M, ribuan warga Makassar tidak langsung pulang. Mereka berbondong-bondong mendatangi Kapal Perang Indonesia (KRI) di Dermaga Markas Komando Angkatan Laut VI. Lingkungan pelabuhan militer yang biasanya eksklusif. Berubah menjadi arena kebersamaan TNI AL dengan rakyat, penuh antusiasme dan kegembiraan.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.
Kawasan Markas AL Berubah Jadi Arena Wisata Lebaran
Kodaeral VI di Makassar, biasanya dikenal sebagai markas tempat kapal perang bersandar, kini menjadi tujuan wisata istimewa di tengah suasana Idul Fitri. Warga yang baru selesai shalat Id di Lapangan Arafuru dan masjid sekitarnya bergerak menuju dermaga, menyerbu area kawasan TNI AL dengan kamera dan ponsel di tangan.
Suasana dermaga dipenuhi anak‑anak, orang tua, serta remaja yang antusias menaiki dek KRI, mencoba melihat ruang‑ruang kapal, dan berfoto di pelataran depan. Prajurit TNI AL menyambut dengan ramah, menunjukkan sebagian fasilitas kapal, serta menjelaskan fungsi tiap bagian sebagai bagian dari edukasi kebangsaan.
Bagi warga, ini adalah momen langka karena tidak setiap hari mereka bisa bebas masuk ke kawasan militer dan menaiki kapal perang. Tradisi tahunan ini secara perlahan menjadikan kawasan Kodaeral VI sebagai destinasi wisata unik yang berpadu dengan suasana religius Idul Fitri.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Makna Kemanunggalan TNI AL Dan Rakyat
Komandan Kodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, menjelaskan bahwa kebijakan membuka “gerbang” markas militer di hari raya termasuk bentuk kemanunggalan TNI AL dengan rakyat. Menurutnya, kapal-kapal perang tersebut bukan milik angkatan laut semata. Melainkan milik seluruh bangsa Indonesia, dan warga berhak melihat serta merasakan kebanggaan itu dari dekat.
Andi Abdul Aziz menyebut kegembiraan masyarakat yang bisa mendekati, menyentuh, dan bahkan berfoto di atas KRI sebagai kebahagiaan tersendiri bagi TNI. Menurutnya, antusiasme warga menjadi simbol bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat dinantikan dan dihargai, bukan hanya di saat tugas, tetapi juga dalam momen hari besar keagamaan.
Selain itu, kegiatan ini dianggap sebagai bentuk edukasi maritim yang disampaikan dalam suasana santai. Pengunjung tidak hanya sekadar berwisata, tetapi juga mendapat pemahaman tentang peran Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Indonesia.
Baca Juga: Siaga Mudik! Basarnas Makassar Siagakan Personel Untuk Arus Mudik di Bone!
Antusiasme Anak‑Anak Dan Keluarga di Atas KRI
Anak‑anak tampak paling bersemangat menaiki dek KRI, menjelajahi lorong, dan mencoba mengoperasikan peralatan tiruan kapal di bawah pengawasan prajurit. Banyak orang tua mengabadikan momen tersebut dengan swafoto, sehingga suasana kapal perang berubah seperti lokasi foto keluarga yang penuh tawa.
Warga juga mengungkapkan rasa bangga karena bisa berinteraksi langsung dengan prajurit dan merasakan bagaimana para penjaga laut menjalani kehidupan di atas kapal. Bagi sebagian keluarga, kunjungan ke KRI usai shalat Id menjadi tradisi baru yang akan diulang tahun depan. Karena pengalaman yang sulit didapatkan di tempat lain.
Prajurit TNI AL turut membagikan cerita singkat tentang perjalanan pelayaran, tantangan menjaga keamanan laut, dan kehidupan sehari‑hari di atas kapal. Interaksi semacam ini menambah rasa dekat rakyat dengan aparat, sekaligus mendekatkan generasi muda pada kesadaran maritim dan kebangsaan.
Kado Lebaran Dari TNI AL Untuk Warga Makassar
Dalam pernyataannya, Laksda TNI Andi Abdul Aziz menyebut kegiatan ini sebagai “kado Lebaran” dari TNI AL kepada seluruh warga Makassar. Konsep yang diangkat adalah perpaduan spiritualitas Idul Fitri dengan kebanggaan nasional. Sehingga suasana makna syukur dan silaturahmi tidak hanya berlangsung di lapangan dan masjid, tetapi juga di atas kapal perang.
Bagi pemerintah daerah dan TNI, momen serbu KRI oleh ribuan warga menjadi simbol bahwa hubungan militer–sivil tetap hangat dan saling menguatkan. Tradisi serupa diharapkan menjadi agenda tetap setiap tahun. Sehingga masyarakat kembali mendapat kesempatan melihat dari dekat kapal bersejarah milik TNI AL.
Usai shalat Id yang khidmat, momen serbu KRI di Makassar menjadi narasi unik Idul Fitri 2026. Ketika umat kembali suci, sekaligus semakin dekat dengan kebanggaan bangsa lewat satu kapal militer yang siap menjaga lautnya.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Makassar kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Makassar.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari inspirasitimur.com
- Gambar Kedua dari ketik.com