Tujuh pelaku penembakan dan pembakaran rumah saat tawuran di Tallo Makassar terbukti positif menggunakan narkoba.

Insiden tawuran maut di Tallo, Makassar, melibatkan pelaku penembakan dan pembakaran rumah yang positif narkoba. Penemuan ini menambah kompleksitas kasus dan menyoroti masalah narkoba yang meresahkan. Polisi kini menyelidiki akar masalah dan jaringannya.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.
Fakta Mengejutkan, Keterlibatan Narkoba Dalam Tawuran
Penyelidikan kasus tawuran di Tallo, Makassar, mengungkap fakta yang mencengangkan: tujuh orang pelaku yang terlibat dalam penembakan dan pembakaran rumah dinyatakan positif narkoba. Tanda-tanda penggunaan barang haram tersebut bahkan sudah terlihat jelas saat mereka menjalani pemeriksaan awal, menunjukkan kondisi “sakau” yang mengkhawatirkan.
Dari ketujuh pelaku, satu di antaranya, berinisial CB (36), merupakan otak di balik penembakan maut. Sementara itu, enam pelaku lainnya, yaitu RM (18), MR (18), SU (18), AQ (17), SP (20), dan FD (16), terlibat dalam aksi pembakaran rumah. Mayoritas pelaku masih berusia sangat muda, mengindikasikan bahwa peredaran narkoba telah menyentuh berbagai kalangan.
Pengakuan dari Dirkrimum Polda Sulsel Kombes Setiadi Sulaksono, menegaskan bahwa semua pelaku adalah pengguna narkoba. Hal ini memperkuat dugaan adanya hubungan erat antara penyalahgunaan narkoba dan aksi kekerasan yang terjadi di lapangan, menciptakan lingkaran setan kejahatan yang perlu ditangani serius.
Peran Pelaku Dalam Insiden Berdarah
CB (36) diidentifikasi sebagai pelaku penembakan yang menggunakan senapan angin, menyebabkan tewasnya seorang warga berinisial CV (43). Ia merupakan bagian dari kelompok penyerang dan terlibat langsung dalam aksi saling serang antar kelompok, yang disebut-sebut berasal dari kelompok Sapiria yang ingin membalas dendam.
Sementara itu, keenam tersangka pembakaran memiliki peran yang bervariasi dalam aksi anarkis tersebut. Ada yang bertugas membuat bom molotov, ada pula yang berperan sebagai eksekutor pembakaran. Selain itu, beberapa di antara mereka juga melakukan perusakan terhadap kendaraan bermotor di sekitar lokasi kejadian.
Keberagaman peran ini menunjukkan tingkat koordinasi dan niat jahat yang terorganisir di balik insiden tawuran. Keterlibatan mereka dalam membuat dan melempar molotov mengindikasikan bahwa tawuran tersebut telah direncanakan dan dilakukan dengan tingkat kekerasan yang tinggi, melampaui konflik spontan biasa.
Baca Juga: Geng Motor Serang Lokasi Bazar di Makassar, Remaja 15 Tahun Terluka
Penyelidikan Mendalam Dan Komitmen Penegakan Hukum

Polda Sulsel tidak tinggal diam. Tim Satresnarkoba telah diturunkan untuk mendalami dugaan peredaran narkoba di lokasi tawuran dan mencari tahu asal-usul barang haram tersebut. Penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap jaringan pengedar narkoba yang mungkin beroperasi di wilayah tersebut.
Kasus tawuran yang berakhir dengan penembakan maut dan pembakaran rumah ini menjadi prioritas untuk diusut tuntas. Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan komitmennya untuk menjadikan Makassar sebagai kota yang tidak aman bagi pelaku tindak pidana, menandakan keseriusan penegak hukum.
Kolaborasi antara Satnarkoba, Ditreskrimum, Binmas, dan intelijen akan terus dilakukan untuk memperdalam penyelidikan. Deteksi dini dan pemantauan terus-menerus terhadap daerah rawan narkoba juga akan ditingkatkan, sebagai upaya berkelanjutan untuk memberantas kejahatan dan penyalahgunaan narkoba.
Kronologi Konflik Dan Dampak Kehancuran
Konflik berdarah ini bermula pada Minggu (16/11) sekitar pukul 20.30 Wita, ketika perang kelompok pecah di Kecamatan Tallo. Insiden tersebut mencapai puncaknya dengan tewasnya warga berinisial CV akibat tembakan di bagian pelipis kanan, memicu serangkaian peristiwa kekerasan berikutnya.
Kematian CV memicu pecahnya kembali tawuran pada Selasa (18/11) sekitar pukul 14.30 Wita di area Pekuburan Beroanging, Kecamatan Tallo. Konflik ini melibatkan dua kelompok, yakni warga Sapiria yang mendukung korban, dan kelompok Borta, yang menyebabkan kerusakan parah.
Aksi balas dendam tersebut berujung pada pembakaran 13 rumah warga, menyebabkan kerugian materiil yang tidak sedikit. Peristiwa ini bukan hanya merenggut nyawa dan harta benda, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat serta menyoroti perlunya penanganan serius terhadap konflik sosial dan peredaran narkoba.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Makassar kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Makassar.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari makassar.kompas.com