Pada Minggu, 20 Juli 2025, Kota Makassar digemparkan oleh geng motor karena serang tiga kecamatan sekaligus, yaitu Tamalate, Mariso, dan Panakkukang.

Dalam insiden ini, lima warga menjadi korban luka-luka serius setelah diserang menggunakan senjata tajam seperti parang dan busur panah. Kejadian ini mengakibatkan suasana mencekam di kota tersebut dan menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat setempat. Info Kejadian Makassar akan membahas lebih dalam lagi mengenai geng motor yang serang tiga Kecamatan di Makassar.
Lokasi dan Kondisi Korban
Penyerangan yang terjadi di Jalan Cenderawasih, Kecamatan Mariso, melukai dua korban yang langsung dilarikan ke Rumah Sakit Labuang Baji untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, di Jalan Dangko, Kecamatan Tamalate. Dua korban lainnya mengalami luka tebas dan terkena anak panah, kemudian dirawat di RS Haji Makassar.
Satu korban lainnya ditemukan bersimbah darah di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, setelah diserang dengan parang. Korban-korban mengalami cedera serius yang mengharuskan penanganan medis mendalam.
Upaya Kepolisian Menangani Kasus
Pihak kepolisian Kota Makassar segera melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku serangan. Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana membenarkan kejadian ini. Dan menyatakan bahwa anggota kepolisian masih berada di lapangan untuk memburu para pelaku yang saat ini belum tertangkap.
Polisi juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti termasuk senjata tajam dan sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Serta menangkap 17 anggota geng motor terkait dengan insiden ini.
Baca Juga: Teror Geng Motor di Makassar Renggut Lima Korban Luka Parah
Modus Operandi dan Dampak Sosial

Aksi geng motor ini terjadi dalam waktu kurang dari dua jam dan terorganisir dengan membawa berbagai senjata tajam hingga busur panah. Serangan ini menimbulkan luka parah dan ketakutan di masyarakat sehingga menimbulkan keresahan di ketiga kecamatan yang menjadi sasaran.
Fenomena geng motor yang kerap beraksi brutal ini dianggap sulit diberantas karena modus penyerangan yang cepat dan penyebaran anggota di berbagai wilayah. Penduduk setempat mengharapkan tindakan tegas dan penanganan serius dari aparat keamanan untuk mencegah aksi serupa di masa depan.
Penangkapan dan Penanganan Lanjutan
Selain penangkapan 17 anggota geng motor di Makassar, polisi juga mengamankan delapan remaja yang diduga hendak melakukan tawuran di wilayah Kecamatan Mamajang. Dari hasil interogasi, beberapa di antaranya diajak bergabung dalam penyerangan yang dilaporkan mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyidikan dan pihak kepolisian berkomitmen menindak tegas pelaku kekerasan jalanan untuk menjaga keamanan di kota Makassar. Insiden ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan aparat keamanan terkait maraknya aksi geng motor yang mengganggu ketertiban umum di Makassar. Penanganan tegas dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan kepolisian sangat dibutuhkan untuk mengembalikan suasana kondusif di seluruh wilayah kota.
Manfaatkan waktu anda untuk mengeksplorisasi ulasan menarik lainnya mengenai berita viral dan terbaru Makassar hanya di Info Kejadian Makassar.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com