Angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyebabkan lima rumah warga mengalami kerusakan cukup parah.
Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba saat hujan lebat disertai angin kencang melanda kawasan permukiman padat penduduk. Atap rumah beterbangan, dinding roboh, serta perabot rumah tangga rusak akibat terpaan angin yang sangat kuat.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meskipun beberapa warga sempat mengalami luka ringan akibat tertimpa puing bangunan. Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.
Kronologi Terjadinya Angin Puting Beliung
Peristiwa angin puting beliung terjadi pada sore hari ketika cuaca di Makassar berubah drastis. Awan gelap disertai hujan deras mengguyur kawasan permukiman, kemudian angin kencang berputar dengan kecepatan tinggi menghantam rumah-rumah warga.
Dalam waktu singkat, beberapa bangunan ringan tidak mampu menahan tekanan angin sehingga mengalami kerusakan. Warga berupaya menyelamatkan diri dengan keluar rumah menuju tempat yang lebih aman. Suasana sempat mencekam karena suara gemuruh angin bercampur dengan runtuhnya atap serta dinding rumah.
Kerusakan Rumah Warga
Sebanyak lima rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga sedang. Kerusakan meliputi atap seng yang terlepas, rangka kayu yang patah, dinding bata yang runtuh, serta jendela yang pecah.
Material bangunan berserakan di jalan lingkungan, menghambat akses warga untuk beraktivitas. Selain rumah, beberapa pohon tumbang akibat terpaan angin kencang, menutup sebagian ruas jalan serta merusak jaringan listrik di sekitar lokasi kejadian.
Warga terpaksa mematikan aliran listrik sementara untuk menghindari risiko korsleting serta kebakaran.
Baca Juga:
- Musim Hujan Tiba! Warga Wala-Walaya Bergerak Bersama, Selamatkan Lingkungan Dari Banjir?
- Kaesang Disambut Tari Adat di Pelantikan DPW-DPD PSI se-Sulsel
- Polda Sulsel Putuskan Hentikan Dugaan Pelecehan Yang Menjerat Rektor UNM
Upaya Pemerintah Dalam Penanganan
Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta memberikan bantuan darurat. Petugas menyalurkan terpal, bahan bangunan, serta kebutuhan pokok bagi warga terdampak.
Aparat setempat bersama relawan bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan serta mengevakuasi barang-barang milik warga yang masih bisa diselamatkan.
Upaya perkuatan terhadap lima rumah rusak dilakukan agar hunian kembali layak ditempati serta aman dari potensi cuaca ekstrem susulan. Proses perbaikan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tenaga tukang lokal serta dukungan masyarakat sekitar.
Dukungan Sosial Solidaritas Warga
Solidaritas warga terlihat jelas pasca kejadian. Tetangga sekitar membantu menyediakan tempat tinggal sementara, makanan, serta pakaian bagi keluarga yang rumahnya rusak parah.
Kegiatan gotong royong dilakukan untuk mempercepat pembersihan lingkungan serta memperbaiki rumah terdampak. Bantuan dari berbagai komunitas sosial turut mengalir, berupa bahan makanan, air minum, serta perlengkapan rumah tangga.
Kehadiran bantuan ini sangat berarti bagi warga yang harus memulai kembali kehidupan sehari-hari setelah kehilangan sebagian harta benda akibat bencana.
Imbauan Kewaspadaan Menghadapi Cuaca Ekstrem
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, terutama saat memasuki musim hujan.
Warga diminta memperkuat struktur bangunan rumah, memangkas pohon yang berisiko tumbang, serta memastikan saluran air berfungsi dengan baik.
Langkah antisipasi ini penting untuk mengurangi risiko kerusakan akibat angin kencang maupun hujan lebat. Selain itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca serta memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan serta keselamatan warga tetap terjaga. Dapatkan informasi paling lengkap dan terbaru hanya di Info Kejadian Makassar.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari sulsel.idntimes.com