Posted in

Tragis! Remaja Makassar Tewas di Tengah Tawuran, Diduga Kena Tembakan Aparat

Seorang remaja di Makassar tewas saat tawuran dan diduga terkena tembakan polisi, simak kronologi kejadian dan respons aparat.

Remaja Makassar Tewas di Tawuran, Diduga Tembakan Aparat

Peristiwa tragis terjadi di Kota Makassar pada akhir pekan lalu. Seorang remaja dilaporkan tewas saat terjadi aksi tawuran antar kelompok pemuda di salah satu kawasan permukiman padat. Korban diduga terkena tembakan aparat kepolisian yang tengah berupaya membubarkan kericuhan.

Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.

Kronologi Kejadian di Lokasi Tawuran

Menurut keterangan sejumlah saksi, tawuran pecah pada malam hari setelah dua kelompok remaja terlibat saling ejek di media sosial. Ketegangan yang awalnya hanya terjadi secara daring kemudian berujung pada pertemuan langsung di sebuah ruas jalan di Makassar.

Aksi saling serang menggunakan batu dan senjata tajam rakitan membuat situasi cepat memanas. Warga sekitar yang merasa resah segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Tak lama berselang, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk membubarkan massa. Dalam situasi yang kacau dan minim penerangan, terdengar beberapa kali suara letusan. Setelah kerumunan berhasil dipukul mundur, seorang remaja ditemukan tergeletak dengan luka serius dan kemudian dinyatakan meninggal dunia saat mendapatkan perawatan medis.

Dugaan Tembakan Aparat Kepolisian

Isu bahwa korban tewas akibat tembakan aparat mencuat setelah keluarga menemukan luka yang diduga sebagai bekas proyektil. Dugaan ini diperkuat oleh kesaksian beberapa warga yang mengaku mendengar suara tembakan saat polisi membubarkan tawuran.

Pihak kepolisian setempat belum memberikan kesimpulan resmi terkait penyebab kematian korban. Jajaran dari Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyatakan bahwa penyelidikan internal sedang dilakukan, termasuk pemeriksaan terhadap anggota yang bertugas malam itu.

Polisi juga menyebut bahwa dalam situasi pembubaran massa, anggota dapat mengambil tindakan tegas terukur apabila merasa terancam. Namun, penggunaan senjata api harus sesuai prosedur dan melalui tahapan yang diatur dalam standar operasional.

Baca Juga: Pemkot Makassar Pastikan Pasokan Pangan Aman Dan Harga Stabil Jelang Ramadan

Reaksi Keluarga dan Warga Sekitar

Remaja

Kematian remaja tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Orang tua korban meminta agar kasus ini diusut secara transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Mereka berharap kejelasan mengenai penyebab pasti kematian anaknya segera terungkap.

Sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian juga menyayangkan aksi tawuran yang kembali memakan korban jiwa. Mereka menilai bahwa konflik antar remaja yang kerap terjadi belakangan ini semakin meresahkan dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

Di sisi lain, muncul pula kekhawatiran tentang penggunaan kekuatan oleh aparat dalam menangani kerusuhan remaja. Beberapa tokoh masyarakat meminta agar investigasi dilakukan secara objektif untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Proses Investigasi dan Langkah Lanjutan

Untuk memastikan transparansi, kepolisian menyatakan akan melibatkan tim independen dalam proses investigasi. Pemeriksaan balistik terhadap proyektil, jika ditemukan, akan menjadi bagian penting dalam mengungkap fakta sebenarnya.

Selain itu, rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian tengah dikumpulkan sebagai bahan pendukung penyelidikan. Keterangan saksi, baik dari warga maupun anggota yang bertugas, juga akan diperiksa secara menyeluruh.

Apabila ditemukan pelanggaran prosedur, aparat yang terlibat dapat dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku. Sebaliknya, jika hasil investigasi menunjukkan bahwa tindakan dilakukan sesuai prosedur dan dalam situasi darurat, maka hal tersebut akan dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Upaya Pencegahan Tawuran Remaja

Maraknya tawuran di sejumlah wilayah menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif. Tidak hanya penindakan hukum, tetapi juga pembinaan dan pendampingan psikologis bagi remaja perlu diperkuat.

Sekolah dan orang tua memiliki peran sentral dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Komunikasi yang terbuka dan pengawasan terhadap penggunaan media sosial dapat membantu mencegah konflik kecil berkembang menjadi aksi kekerasan.

Di tingkat komunitas, pembentukan kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan pelatihan keterampilan dapat menjadi alternatif bagi remaja untuk menyalurkan energi mereka secara konstruktif. Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan tragedi serupa tidak kembali terulang di Makassar maupun daerah lain.

Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Makassar kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Makassar.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detikcom
  • Gambar Kedua dari KOMPAS.com