Posted in

Menaker Dorong UMI Makassar Jadi Sentral GPN Kawasan Timur Indonesia

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mendapat tantangan dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Prof. Yassierli untuk menjadi pusat (hub) gerakan produktivitas nasional (GPN) di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Menaker Dorong UMI Makassar Jadi Sentral GPN Kawasan Timur Indonesia

Di bawah ini Info Kejadian Makassar akan membahas lebih lanjut peran, peluang, serta dampak strategis dari langkah tersebut.

Latar Belakang dan Konteks Gerakan Produktivitas Nasional

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan tengah menggencarkan gerakan produktivitas nasional (GPN) sebagai upaya strategis untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia dan produktivitas kerja di seluruh wilayah Indonesia.

Kawasan Timur Indonesia (KTI), yang secara geografis terdiri dari wilayah yang luas dan beragam, menjadi perhatian khusus dalam penerapan gerakan ini untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal dan pemanfaatan teknologi produktivitas.

Dalam konteks tersebut, Menaker Prof. Yassierli memberi perhatian kepada peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak peningkatan produktivitas melalui riset, pelatihan, dan pengembangan kapasitas tenaga kerja.

Tantangan Menaker Kepada UMI Makassar

Dalam kunjungan dan kuliah umum di Kampus UMI Makassar, Menaker menyampaikan tantangan langsung kepada UMI agar bersiap menjadi pusat atau hub gerakan produktivitas nasional di KTI. Hal ini bukan hanya berupa titel, tetapi menuntut peran aktif dan kesiapan UMI dalam berbagai aspek, termasuk penyediaan sumber daya, program pendidikan, pelatihan produktivitas, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Menurut Menaker, menjadi hub berarti UMI harus mengkaji dan mengembangkan strategi peningkatan produktivitas yang aplikatif dan berkelanjutan. UMI juga harus mampu menjalin kerja sama dengan kampus lain, pemerintah, sektor industri, serikat pekerja, dan elemen masyarakat lainnya. Semua ini harus dilakukan dalam sebuah kolaborasi pentahelix yang sinergis dan terintegrasi.

Baca Juga: Unhas Makassar Mulai Proses Pemilihan Rektor Untuk Periode 2026-2030

Kerjasama Pentahelix dan Strategi Kolaborasi

Menaker Dorong UMI Makassar Jadi Sentral GPN Kawasan Timur Indonesia

Konsep pentahelix yang diangkat Menaker menekankan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, komunitas, media, serta asosiasi terkait seperti KADIN, APINDO, dan serikat pekerja. Kerja sama masif ini menjadi kunci dalam mengatasi tantangan produktivitas. Fokus utamanya meliputi pelatihan tenaga kerja, pengembangan teknologi, dan kebijakan yang mendukung.

Menaker juga menyebutkan bahwa Kemenaker akan meluncurkan program pelatihan produktivitas yang akan mendidik 500 peserta menjadi ahli produktivitas. Termasuk 200 peserta spesialis produktivitas untuk mendukung ekosistem GPN di Indonesia secara nasional, termasuk KTI.

Peran dan Komitmen UMI Makassar

Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menyambut baik tantangan produktivitas dan menyatakan kesiapan UMI menjadi pusat gerakan nasional di kawasan Timur Indonesia. Sebagai kampus swasta tertua dan terbesar di wilayah ini, UMI memiliki 23.000 mahasiswa dan jaringan alumni yang luas. Dengan sumber daya yang besar, UMI siap mendukung pelaksanaan Gerakan Produktivitas Nasional (GPN).

UMI mengembangkan paradigma sebagai kampus ilmu dan kampus ibadah dengan misi melahirkan insan profesional yang religius, berintegritas, dan nasionalis. Selain itu, UMI juga memiliki fasilitas seperti Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina yang menjadi pusat pemeriksaan kesehatan bagi pekerja migran Indonesia. Menunjukkan peran luas kampus ini dalam mendukung pengembangan SDM dan produktivitas.

Dampak Strategis bagi Kawasan Timur Indonesia

Menjadikan UMI sebagai hub GPN di KTI bukan hanya soal reputasi kampus. Ini merupakan strategi nasional untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia yang produktif.

UMI dengan posisi strategisnya di Makassar diharapkan menjadi pusat inovasi, pelatihan, dan riset produktivitas yang terintegrasi. Dengan demikian, UMI dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja produktif di KTI.

Kesimpulan

Tantangan Menaker kepada UMI Makassar untuk menjadi hub gerakan produktivitas nasional di Kawasan Timur Indonesia merupakan peluang besar sekaligus tanggung jawab strategis. UMI harus menyiapkan segala aspek secara proaktif agar dapat menjalankan peran tersebut dengan optimal.

Pengembangan program pelatihan ahli produktivitas menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan ini. Kolaborasi dengan berbagai elemen pentahelix juga sangat penting untuk menciptakan sinergi yang efektif. Selain itu, UMI perlu memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki secara maksimal.

Dengan dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, UMI dapat menjadi pusat inovasi. Dan pengembangan produktivitas yang berdampak luas bagi kemajuan sumber daya manusia dan ekonomi di Indonesia Timur. Simak dan ikuti terus Info Kejadian Makassar agar Anda tidak ketinggalan informasi menarik lainnya yang terupdate setiap hari.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar pertama dari makassar.antaranews.com
  2. Gambar kedua dari planet.merdeka.com