Hujan disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memicu kerusakan pada sedikitnya 19 rumah warga.
Peristiwa tersebut berlangsung pada sore hingga malam hari saat cuaca berubah secara drastis. Tiupan angin berkecepatan tinggi menyebabkan atap rumah terangkat, genteng berjatuhan, serta dinding bangunan mengalami retak. Kejadian ini menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, khususnya warga permukiman padat penduduk.
Sebagian warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat guna menghindari risiko tertimpa material bangunan. Situasi darurat langsung ditangani oleh aparat kelurahan bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar.
Pendataan korban terdampak segera dilakukan untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat. Cuaca ekstrem seperti ini menjadi pengingat betapa rentannya kawasan perkotaan terhadap perubahan iklim.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.
Kronologi Kejadian Sejak Awal Cuaca Memburuk
Perubahan cuaca mulai terasa sejak siang hari ketika langit mendung menyelimuti sebagian besar wilayah kota. Intensitas hujan meningkat secara bertahap, diikuti hembusan angin kencang yang berlangsung cukup lama.
Dalam waktu singkat, sejumlah rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat. Atap seng terlepas, rangka kayu patah, serta tembok bagian depan roboh akibat tekanan angin.
Warga mengaku tidak sempat menyelamatkan banyak barang karena kejadian berlangsung secara mendadak. Sebagian keluarga memilih bertahan di dalam rumah sambil berlindung, sementara lainnya keluar menuju lokasi lebih aman.
Beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini, meski sejumlah warga mengalami luka ringan akibat tertimpa puing bangunan.
Dampak Kerusakan Terhadap Kehidupan Warga
Kerusakan rumah berdampak besar terhadap aktivitas harian warga. Banyak keluarga kehilangan tempat berteduh sementara, terutama mereka yang tinggal di rumah semi permanen.
Aktivitas memasak, beristirahat, hingga belajar anak-anak terhambat akibat kondisi bangunan tidak layak huni. Sebagian warga terpaksa meminjam tempat tinggal kerabat sambil menunggu proses perbaikan.
Kondisi ekonomi turut terpengaruh karena sebagian korban bekerja sebagai buruh harian maupun pedagang kecil. Kerusakan rumah memaksa mereka menghentikan aktivitas sementara waktu demi membersihkan puing maupun memperbaiki bagian bangunan rusak. Situasi ini menambah beban psikologis warga, khususnya keluarga dengan anak kecil serta lanjut usia.
Baca Juga: Detik-Detik Tawuran Maut di Makassar, 1 Orang Tewas Mengenaskan!
Langkah Cepat Pemerintah Kota Makassar
Pemerintah Kota Makassar melalui BPBD bergerak cepat menurunkan tim ke lokasi terdampak. Proses asesmen kerusakan dilakukan guna menentukan kategori bantuan sesuai tingkat kerusakan. Warga dengan kerusakan berat diprioritaskan memperoleh material bangunan seperti seng, kayu, terpal, serta kebutuhan pokok.
Selain penyaluran bantuan logistik, petugas juga membantu proses pembersihan puing bangunan. Kerja bakti melibatkan aparat kelurahan, relawan, hingga masyarakat sekitar.
Upaya ini bertujuan mempercepat pemulihan kondisi lingkungan agar warga dapat kembali beraktivitas secara normal. Pemerintah kota juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca sebagai langkah antisipasi.
Kesiapsiagaan Menghadapi Cuaca Ekstrem
Peristiwa angin kencang di Makassar menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Perubahan iklim global memicu pola cuaca tidak menentu, sehingga risiko bencana hidrometeorologi meningkat setiap tahun. Warga perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya mereka yang tinggal di wilayah padat penduduk maupun kawasan rawan terpaan angin.
Pemerintah daerah terus mengintensifkan edukasi kebencanaan melalui sosialisasi langsung ke permukiman warga. Upaya ini mencakup pemahaman mengenai langkah penyelamatan diri, penguatan struktur bangunan, serta pentingnya menjaga lingkungan sekitar.
Dengan sinergi antara pemerintah serta masyarakat, risiko dampak bencana diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan bersama memerlukan kepedulian kolektif serta kesiapan menghadapi kondisi alam yang terus berubah.
Dapatkan informasi paling lengkap dan terbaru hanya di Info Kejadian Makassar.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari sulsel.idntimes.com