Posted in

Jejak Kasus Dosen di Makassar yang Ludahi Kasir, Karier Tamat dan Hadapi Proses Hukum

Kasus seorang dosen di Makassar yang meludahi kasir sebuah minimarket menjadi perhatian luas publik setelah rekaman kejadian tersebut viral di media sosial.

Jejak Kasus Dosen di Makassar yang Ludahi Kasir, Karier Tamat dan Hadapi Proses Hukum

Dalam video yang beredar, terlihat dosen tersebut terlibat adu argumen dengan petugas kasir sebelum kemudian melakukan tindakan yang dianggap merendahkan martabat orang lain. Peristiwa itu memicu kecaman dari warganet dan berbagai kalangan karena dinilai tidak mencerminkan etika seorang tenaga pendidik.

Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.

Kronologi Perselisihan yang Berujung Tindakan Tidak Terpuji

Berdasarkan keterangan yang beredar, perselisihan bermula dari perbedaan pemahaman antara pelaku dan kasir terkait prosedur transaksi di kasir. Perdebatan sempat memanas hingga akhirnya pelaku kehilangan kendali emosi dan meludahi kasir. Aksi tersebut terekam kamera pengawas serta ponsel pengunjung yang berada di lokasi.

Beberapa saksi menyebut bahwa kasir tetap mencoba bersikap tenang selama kejadian berlangsung. Namun, tindakan pelaku tetap meninggalkan trauma bagi korban karena dilakukan secara terang-terangan di hadapan pelanggan lain. Rekaman insiden itu kemudian tersebar luas dan memicu reaksi keras dari publik.

Melihat besarnya perhatian masyarakat, pihak kepolisian disebut bergerak menindaklanjuti laporan terkait dugaan pelecehan dan perbuatan tidak menyenangkan. Kasus ini pun berlanjut ke ranah hukum untuk memastikan adanya proses yang adil bagi korban maupun pelaku.

Kampus Bertindak Tegas: Karier Akademik Berakhir

Setelah kasus tersebut mencuat, pihak kampus tempat dosen itu mengajar kabarnya langsung melakukan pemeriksaan internal. Rangkaian evaluasi dilakukan oleh pihak rektorat dan dewan etik kampus guna menilai pelanggaran yang dilakukan. Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa tindakan pelaku bertentangan dengan kode etik dosen dan nilai moral institusi pendidikan.

Sebagai bentuk sanksi, pihak kampus memutuskan memberhentikan dosen tersebut dari jabatannya. Keputusan ini diumumkan sebagai komitmen lembaga dalam menegakkan disiplin dan menjaga citra dunia akademik. Langkah tegas tersebut mendapat dukungan banyak pihak karena dinilai menunjukkan ketegasan institusi terhadap perilaku tidak profesional.

Berakhirnya karier akademik pelaku menjadi salah satu konsekuensi terberat dari insiden ini. Banyak pihak menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa profesi pendidik menuntut tanggung jawab moral baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus.

Baca Juga: Wanita di Makassar Tewas Usai Diduga Check-In Hotel Bareng Oknum TNI

Proses Hukum Berjalan, Pelaku Terancam Sanksi Pidana

Jejak Kasus Dosen di Makassar yang Ludahi Kasir, Karier Tamat dan Hadapi Proses Hukum

Di sisi lain, proses hukum terhadap kasus ini terus berlanjut. Kepolisian menerima laporan dari pihak korban dan memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku. Tindakan meludahi orang lain di ruang publik dinilai dapat masuk dalam kategori penghinaan atau perbuatan tidak menyenangkan.

Penyidik melakukan pemanggilan terhadap saksi, korban, dan pelaku untuk dimintai keterangan. Barang bukti berupa rekaman video juga menjadi salah satu dasar dalam proses penyelidikan. Dengan bukti yang cukup kuat, pelaku disebut berpotensi menghadapi jeratan pidana.

Kasus ini menunjukkan bahwa tindakan emosional yang dilakukan di ruang publik bukan hanya berdampak sosial, tetapi juga dapat berujung pada konsekuensi hukum. Banyak pihak berharap proses hukum berjalan secara transparan dan profesional.

Respons Masyarakat dan Refleksi Etika Dunia Pendidikan

Insiden ini memunculkan gelombang kritik dari masyarakat, terutama terkait sikap seorang pendidik yang seharusnya menjadi teladan. Banyak warganet menyayangkan tindakan yang dilakukan pelaku, karena dinilai mencederai nilai kesantunan dan penghormatan terhadap profesi lain. Kasus ini juga memunculkan diskusi tentang pentingnya pengendalian emosi di ruang publik.

Sejumlah organisasi pendidikan menilai bahwa peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi bagi lembaga akademik dalam memperkuat pembinaan etika dosen. Profesi pendidik tidak hanya dituntut kompeten secara akademik, tetapi juga berperilaku santun dan menghargai orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, dukungan moral terus mengalir kepada korban. Banyak masyarakat menilai kasir telah menjalankan tugas dengan baik dan tidak layak menerima perlakuan merendahkan. Respons publik tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap keadilan sosial semakin kuat.

Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di Info Kejadian Makassar.


Sumber Informasi Gambar:

1. Gambar Utama dari detik.com
2. Gambar Kedua dari kumparan.com