Posted in

GILA! Ibu di Makassar Diduga Jual Anak Sendiri, Suami Pilih Lapor Polisi!

Kasus mengejutkan terjadi di Makassar, seorang ibu diduga menjual anaknya sendiri hingga akhirnya suami melapor ke polisi.

Ibu di Makassar Diduga Jual Anak Sendiri, Suami Pilih Lapor Polisi!

Seorang perempuan berinisial SR (32) di Makassar, Sulsel, diduga menjual tiga anak kandungnya dan satu keponakan suaminya. Suaminya, ST, melapor ke Polsek Mariso agar polisi menyelidiki dan mencari keberadaan anak-anak tersebut. Kasus ini menuai kecaman karena dianggap melanggar moral dan hukum.

Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Pelaporan Suami ke Pihak Berwajib

Suami SR, ST, melapor ke Polsek Mariso setelah mendengar anak‑anaknya tak kunjung kembali dan diduga dijual. Ia curiga karena ada perbedaan dan keterangan dari lingkungan yang menyebut anak‑anak telah dibawa pergi tanpa penjelasan jelas. Karena takut keselamatan mereka, ST menyerahkan kasus ini ke polisi dan meminta penyelidikan.

Dalam laporannya, ST menyebut SR diduga menjual tiga anak kandung dan satu keponakan suaminya kepada pihak tertentu. Ia mengaku tak tahu pasti transaksi yang terjadi, namun kejanggalan dan informasi sekitar membuatnya yakin ada tindakan jual beli. Kapolsek Mariso, AKP I Made Yudha Ardhi, mengatakan laporan sudah diterima dan kasus sedang dikaji.

Polisi mengingatkan penjualan anak termasuk tindak pidana berat terhadap anak dan bisa dikenai sanksi berat sesuai Undang‑Undang Perlindungan Anak. Kepada ST, pihak berwajib menjanjikan penanganan serius dan transparan. Masyarakat juga diminta memberi informasi jika mengetahui keberadaan anak‑anak yang terlibat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Dugaan Modus Dan Keterbatasan Keluarga

Dari keterangan awal, SR diduga menjual anak‑anak untuk mengatasi tekanan ekonomi dan kebutuhan hidup. Anak‑anak sering dibawa ke rumah‑rumah tertentu dan tidak kembali, sehingga muncul dugaan mereka telah dipindahkan secara permanen. Namun, belum ada penjelasan resmi soal jumlah uang atau identitas pihak yang menerima mereka.

Keluarga dilaporkan hidup pas‑pasan, dengan SR tidak memiliki pekerjaan tetap dan bergantung pada penghasilan suami. Kondisi ekonomi yang sulit diduga membuat SR terdorong mengambil jalan singkat, meski jelas melanggar hukum. Tindakan tersebut berpotensi menimbulkan trauma mendalam bagi anak‑anak yang terlibat.

Kasus ini menunjukkan pentingnya bantuan sosial dan ekonomi untuk keluarga rentan, agar tidak sampai memperdagangkan anak. Selain penegakan hukum, masyarakat dan pemerintah perlu memberi akses bantuan, konseling, dan edukasi soal hak anak. Perlindungan anak harus menjadi prioritas lebih besar dari tekanan ekonomi.

Baca Juga: Inovasi Pariwisata! Wali Kota Makassar Gaungkan Program Corner Terpadu!

Kronologi Dan Keterlibatan Polisi

 Kronologi Dan Keterlibatan Polisi

Kronologi yang diceritakan ST menyebut tiga anak kandung dan satu keponakan hilang dalam beberapa waktu yang berbeda‑beda. Mereka sering dibawa ke rumah‑rumah lain oleh SR, lalu tidak pernah kembali. Kecurigaan semakin kuat setelah ada obrolan di lingkungan bahwa anak‑anak itu “dibeli” oleh pihak tertentu.

Laporan ke Polsek Mariso menjadi langkah awal untuk mengungkap keberadaan anak dan pihak yang terlibat. Polisi akan melakukan pendalaman, termasuk menelusuri jejak keberadaan anak, menghubungi pihak yang menerima mereka, serta memeriksa keluarga. Jika dugaan terbukti, SR bisa dijerat pasal terkait kejahatan terhadap anak dan penelantaran.

Polisi juga menekankan perlindungan dan pemulihan psikologis bagi anak jika ditemukan. Anak akan diamankan, diberi pendampingan, dan dilindungi dari lingkungan berisiko. Kepada masyarakat, polisi mengajak melaporkan kejanggalan yang berpotensi merugikan anak, agar kasus serupa dapat segera dicegah.

Reaksi Masyarakat Dan Pesan Perlindungan Anak

Kasus ini memicu kemarahan dan kesedihan di masyarakat Makassar dan media sosial. Banyak warga mengecam SR dan menuntut hukuman tegas, serta memperketat pengawasan terhadap perlakuan anak dalam keluarga. Kasus seperti ini menjadi cermin penting bahwa eksploitasi anak bisa terjadi di tengah keluarga sendiri.

Di sisi lain, kasus ini mendorong pemerintah dan lembaga perlindungan anak untuk lebih aktif mengawasi dan membantu keluarga rentan. Masyarakat diajak lebih waspada pada tanda‑tanda penelantaran, jual beli, atau eksploitasi anak. Edukasi tentang hak anak, larangan adopsi ilegal, dan pentingnya pengawasan menjadi penting.

Kepada keluarga, masyarakat, dan pemerintah, pesan utama adalah bahwa keselamatan dan masa depan anak harus menjadi prioritas utama. Dengan kesadaran dan kerja sama, harapannya kasus penjualan anak bisa dicegah dan anak di Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.

Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Makassar kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Makassar.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari 20.detik.com