Banjir bandang melanda Kota Makassar akibat hujan deras, memaksa 878 warga mengungsi di 15 titik pengungsian.
Rumah terendam hingga satu meter, aktivitas warga terganggu, dan akses jalan tersendat. Pemkot bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan bergerak cepat mengevakuasi warga, menyalurkan bantuan darurat, serta menyiapkan layanan kesehatan.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.
Sejumlah Kecamatan Terendam Hujan Deras
Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar sejak malam hingga pagi menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Selasa pagi tercatat 878 warga terpaksa mengungsi ke tempat aman. Banjir terjadi di 15 titik berbeda, terutama di kawasan rendah dan dekat aliran sungai.
Beberapa kecamatan yang terdampak antara lain Mariso, Mamajang, dan Biringkanaya. Rumah-rumah warga terendam hingga setinggi satu meter, mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan risiko kesehatan. Jalan-jalan protokol di beberapa titik juga mengalami genangan sehingga arus lalu lintas tersendat dan memerlukan pengaturan.
Pemerintah kota segera menurunkan tim gabungan untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan darurat. Warga yang terdampak diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas agar proses penanganan berjalan aman dan cepat. Selain itu, BPBD terus memantau titik-titik rawan agar korban tidak bertambah.
Lokasi Evakuasi dan Bantuan Cepat
BPBD mencatat terdapat 15 titik pengungsian yang tersebar di beberapa kecamatan. Setiap titik dilengkapi fasilitas dasar seperti tenda darurat, makanan siap saji, serta air bersih. Para relawan dan petugas dari dinas sosial bekerja sama dengan unsur TNI dan Polri untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
Pengungsi berasal dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, lansia, hingga ibu hamil. Layanan kesehatan darurat juga disiapkan untuk menangani warga yang mengalami hipotermia atau gangguan kesehatan akibat banjir. Pemerintah kota menekankan pentingnya menjaga kebersihan agar tidak muncul penyakit menular selama masa pengungsian.
Selain itu, pihak sekolah di beberapa lokasi dijadikan tempat pengungsian sementara. Koordinasi antara aparat kelurahan dan kecamatan dilakukan agar setiap pengungsi mendapatkan penanganan yang merata. Semua informasi mengenai titik pengungsian dan bantuan disebarkan melalui media sosial resmi Pemkot Makassar.
Baca Juga: Wali Kota Makassar Sigap! Logistik Banjir Antang Siap, Apakah Semua Terpenuhi?
Dampak Banjir Terhadap Aktivitas Warga
Banjir mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial warga. Pasar tradisional beberapa kecamatan terendam, menyebabkan pedagang harus mengevakuasi dagangan mereka agar tidak rusak. Transportasi umum juga terdampak, dengan beberapa jalur angkutan darat mengalami penutupan sementara akibat genangan.
Selain itu, listrik di beberapa titik sempat padam karena akses ke gardu terendam air. Warga dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya seperti arus deras dan longsor kecil di daerah perbukitan. Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat tidak mencoba menerobos genangan air demi keselamatan pribadi.
Kerugian material akibat banjir belum dapat dihitung secara pasti. Tim BPBD bersama dinas terkait terus melakukan pendataan untuk memberikan kompensasi dan bantuan yang memadai bagi warga yang terdampak. Perbaikan infrastruktur drainase juga menjadi prioritas agar banjir tidak terjadi berulang.
Upaya Pemkot dan Relawan Atasi Banjir
Pemerintah Kota Makassar bersama BPBD dan relawan terus bekerja maksimal untuk mengevakuasi warga dan menyalurkan bantuan. Tim tanggap darurat bergerak cepat membersihkan akses jalan dan mengevakuasi warga yang terjebak di rumah-rumah terdampak banjir.
Relawan dari komunitas lokal juga aktif membantu mendistribusikan logistik, obat-obatan, dan pakaian layak pakai. Kolaborasi antara pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat diharapkan mempercepat pemulihan kondisi warga.
Selain penanganan darurat, Pemkot Makassar menegaskan akan melakukan evaluasi sistem drainase dan normalisasi sungai agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com