Penanganan kasus penculikan balita bernama Bilqis Ramadhani oleh Polda Sulsel membuka tabir keberadaan sebuah sindikat perdagangan anak.

Belum lama ini, Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, membeberkan bahwa penyelidikan mengarah ke aktivitas lintas provinsi dengan lokasi kejadian perkara (TKP) tak hanya di Sulawesi Selatan tetapi juga di wilayah Bali, Jambi, dan Kepulauan Riau.
Pengungkapan Awal Kasus Penculikan Bilqis
Kasus penculikan Bilqis (4) di Kota Makassar mencuat ke permukaan dan menarik perhatian publik. Bilqis, balita yang diculik dari Taman Pakui Sayang, Makassar, ditemukan di Kabupaten Merangin, Jambi.
Penemuan ini menjadi awal dari serangkaian penyelidikan yang kemudian mengungkap adanya sindikat terorganisir di balik kasus ini. Pihak kepolisian, khususnya Polda Sulsel, terus menelusuri sindikat penjualan anak ini dengan modus adopsi ilegal.
Modus Operandi Sindikat
Penyelidikan tim Polda Sulsel mengungkap bahwa sindikat ini menggunakan modus adopsi ilegal sebagai kedok untuk penculikan dan penjualan anak. Dari hasil pemeriksaan tersangka, ditemukan bahwa mereka memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp dan TikTok untuk komunikasi dan transaksi penjualan anak.
Beberapa tersangka telah mengaku terlibat dalam praktik jual‑beli anak dan bayi di berbagai provinsi, termasuk Bali dan Jambi.
Tercatat bahwa empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam rangkaian kasus Bilqis. Dengan rincian wanita SY (30) warga Makassar, wanita NH (29) dari Sukoharjo, wanita MA (42) dan pria AS (36), keduanya dari Merangin, Jambi.
Baca Juga: Amarah Memuncak, Paman di Makassar Tikam Keponakan Hingga Tewas
Pengembangan Jaringan Selanjutnya

Kapolda Sulsel menyampaikan bahwa pengungkapan bukan hanya terbatas pada keempat tersangka awal. Tim penyidik terus melakukan pengembangan guna mengungkap apakah ada otak di balik jaringan tersebut yang mengendalikan praktik secara sistematis.
Karena kasus ini melibatkan sejumlah provinsi. Koordinasi antar lembaga menjadi sangat penting. Polda Sulsel mengaku menghadapi batasan kewenangan dalam yurisdiksi lintas daerah, sehingga telah melibatkan Bareskrim Polri untuk asistensi.
Dalam konferensi pers, Kapolda menegaskan bahwa tindakan ini menjadi bukti komitmen pihak kepolisian untuk perlindungan anak serta penegakan hukum terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Dampak Kasus Ini
Kasus Bilqis memantik keprihatinan luas di masyarakat karena melibatkan anak kecil yang diculik dan masuk ke dalam jaringan yang menjual anak.
Pengungkapan ini membuat publik semakin sadar bahwa ancaman TPPO nyata dan bisa terjadi di berbagai daerah. Selain itu, korban yang ditemukan selamat di Jambi menegaskan bahwa kerja cepat aparat dan dukungan masyarakat sangat krusial.
Lembaga terkait perlindungan anak pun mendorong peningkatan deteksi dini terhadap jaringan serupa serta pengawasan terhadap penggunaan media sosial sebagai sarana transaksi ilegal.
Meskipun pengembangan kasus berjalan, tantangan tetap ada. Salah satu hambatan utama adalah pelacakan transaksi keuangan serta identifikasi jaringan yang tersebar antar provinsi.
Kapolda mengingatkan bahwa meskipun empat tersangka telah ditetapkan. Belum menutup kemungkinan munculnya tersangka lain atau adanya mastermind di atas jaringan.
Pengejaran akuntabilitas pelaku membutuhkan bukti digital, rekam jejak komunikasi, serta kerjasama lintas lembaga.
Kesimpulan
Pengungkapan kasus penculikan Bilqis oleh Polda Sulsel telah menyingkap sebuah sindikat perdagangan anak yang beroperasi tidak hanya di satu wilayah tetapi lintas provinsi, termasuk Bali, Jambi, dan Kepulauan Riau.
Modus adopsi ilegal dan penggunaan media sosial sebagai sarana transaksi menjadikan ini tantangan baru penegakan hukum. Meskipun telah ada tersangka dan korban telah ditemukan, penyelidikan masih terus berlangsung guna mengejar jaringan yang lebih besar.
Kasus ini seakan menjadi pengingat bahwa perlindungan anak jangan hanya menjadi slogan tapi harus diimplementasikan melalui koordinasi efektif aparat, masyarakat dan lembaga perlindungan anak. Pemeriksaan yang cermat, pelaporan cepat oleh keluarga. Serta pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan menjadi kunci agar kasus‑kasus serupa tidak terulang.
Untuk informasi terkini dan lengkap mengenai berbagai kejadian penting di Makassar, termasuk insiden keamanan dan bencana alam, kalian bisa kunjungi Info Kejadian Makassar sekarang juga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com