Wali Kota Makassar menyebut Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi utama mengatasi masalah sampah kota.
Wali Kota Makassar menegaskan bahwa Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) menjadi kunci penyelesaian masalah sampah. TPA Tamangapa hampir penuh sehingga dibutuhkan solusi teknologi untuk mengurangi timbunan sampah secara signifikan. PSEL dianggap bagian dari penataan sistem persampahan yang lebih ramah lingkungan.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.
PSEL Sebagai Solusi Persampahan
Pemerintah Kota Makassar menjadikan PSEL sebagai program strategis nasional pengelolaan sampah. PSEL adalah instalasi industri listrik yang menggunakan sampah sebagai bahan baku, sekaligus menghasilkan energi dan mengurangi volume sampah di TPA. Teknologi ini disebut mampu menekan volume sampah hingga lebih dari 90 persen dalam bentuk bahan bakar energi.
Lokasi PSEL diusulkan di Kecamatan Tamalanrea, wilayah yang sudah masuk kawasan industri dan sesuai RTRW. Pemilihan area ini bertujuan meminimalkan gangguan sosial dan memudahkan integrasi dengan jaringan dan infrastruktur kota. Wali Kota berharap PSEL menjadi pusat teknologi pengelolaan sampah, bukan hanya tempat penimbunan akhir.
Pemerintah pusat menetapkan PSEL sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk pengelolaan sampah di daerah. Pemkot menyebut dukungan regulasi dan pendanaan akan mempercepat realisasi dan keberlanjutan PSEL di Makassar. Dengan begitu, PSEL diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk persoalan sampah di kota pelabuhan ini.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Manfaat Lingkungan dan Energi
PSEL diharapkan mengurangi tekanan terhadap TPA Tamangapa yang hampir penuh. Dengan mengolah sampah menjadi bahan baku energi, volume sampah yang harus ditimbun dapat diperkecil secara signifikan. Pemerintah kota menyebut PSEL berperan penting menekan risiko pencemaran tanah dan air dari TPA.
Pengolahan sampah juga menghasilkan listrik yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan publik dan industri. Pemerintah menargetkan PSEL menjadi salah satu sumber energi baru terbarukan yang berkelanjutan. Dengan demikian, Makassar bisa mengurangi ketergantungan energi konvensional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Teknologi PSEL dirancang dengan prinsip ramah lingkungan. Proses pengolahan dirancang meminimalkan emisi udara, bau, lindi, dan suara. Pemerintah menegaskan semua limbah dan polutan akan diolah sesuai baku mutu lingkungan yang ditetapkan.
Baca Juga: Geger Makassar! Motor Misterius Tanpa Pelat Ditemukan di Pekuburan Bitowa!
Dukungan Pemerintah dan Warga
Wali Kota Makassar menekankan keberhasilan PSEL butuh sinergi pemerintah, swasta, dan masyarakat. Pemerintah kota terus menggalakkan sosialisasi dan edukasi, termasuk program pemilahan sampah dan penguatan Bank Sampah. Program ini bertujuan mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sebelum sampai di level pengolahan akhir.
Pemkot menggandeng mitra teknis dan investor besar untuk membangun PSEL bernilai sekitar Rp3,1 triliun. Pemerintah juga menambah infrastruktur TPS3R dan unit reduksi di tingkat kecamatan dan RT. Kombinasi ini diharapkan menciptakan sistem pengelolaan sampah hulu–hilir yang terpadu.
Wali Kota mengajak warga melihat sampah sebagai potensi, bukan beban. Pemerintah menekankan bahwa dukungan masyarakat sangat penting untuk keberhasilan PSEL. Dengan perubahan pola pikir dan keterlibatan aktif, PSEL diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Makassar yang lebih bersih dan efisien.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Pemerintah menargetkan PSEL dapat beroperasi penuh beberapa tahun ke depan. Program ini akan menjadi pilar utama dalam program penataan total sistem persampahan, bersama Bank Sampah dan TPS3R. Pemerintah menargetkan dalam 10 tahun ke depan, persoalan sampah di Makassar bisa ditekan secara berkelanjutan.
Namun, Pemkot mengakui PSEL bukan satu‑satunya solusi. Pemerintah perlu terus memperkuat pengelolaan sampah dari hulu seperti pemilahan dan pengurangan sampah di rumah tangga. Tanpa perubahan perilaku di tingkat masyarakat, PSEL tetap berhadapan dengan volume sampah yang tinggi.
Ke depan, Wali Kota berharap PSEL menjadi contoh bagi kota lain di Indonesia. Pemerintah kota ingin Makassar menjadi pelopor kota hijau dengan pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kualitas lingkungan yang baik. Dengan PSEL yang didukung kebijakan, teknologi, dan partisipasi warga, persoalan sampah di Makassar diharapkan berubah menjadi peluang energi dan ekonomi baru.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Makassar kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Makassar.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari koranmakassar.com
- Gambar Kedua dari merdeka.com