Heboh! Jalan di Tamalanrea, Makassar, dicor secara tiba-tiba akibat sengketa lahan yang memicu kemarahan warga.
Akses utama warga terganggu, kendaraan sulit melintas, dan aktivitas sehari-hari terganggu. Polda Sulawesi Selatan langsung turun tangan untuk menyelidiki kasus ini, memanggil saksi, memeriksa CCTV, dan mengecek dokumen kepemilikan lahan. Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.
Polda Sulsel Selidiki Jalan Tamalanrea Yang Dicor Akibat Sengketa Lahan
Warga Tamalanrea, Makassar, dihebohkan dengan aksi pencor jalan yang dilakukan oleh pihak tak dikenal di tengah sengketa lahan. Jalan yang selama ini digunakan warga sebagai akses utama tiba-tiba dicor, menimbulkan kerugian dan gangguan aktivitas. Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) langsung turun tangan untuk menyelidiki kasus ini dan mencari pihak yang bertanggung jawab.
Kasus ini muncul akibat sengketa kepemilikan lahan yang melibatkan beberapa pihak. Jalan tersebut berada di area yang diklaim sebagian warga sebagai milik pribadi, namun selama ini digunakan publik. Aksi pencor tersebut menimbulkan kemarahan warga karena mengganggu akses transportasi dan aktivitas sehari-hari.
Pihak kepolisian menegaskan akan melakukan penyelidikan menyeluruh. “Kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas pencor jalan ini,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Andi Rudi, saat ditemui di Makassar, Jumat (28/2/2026).
Alur Pencor Jalan dan Imbasnya
Menurut warga sekitar, pencor jalan terjadi pada Kamis malam, setelah terjadi ketegangan antara pihak yang mengklaim lahan dan warga yang sehari-hari menggunakan jalan tersebut. Beton dicor tepat di tengah jalan sehingga sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Akibatnya, banyak warga mengalami kesulitan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk akses sekolah, kantor, dan distribusi logistik. Beberapa pengendara bahkan sempat mengalami kecelakaan ringan akibat jalan licin dan sempit karena cor yang mendadak ini.
Sejumlah saksi mata telah memberikan keterangan awal kepada polisi. Informasi dari warga akan menjadi bahan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku dan motif di balik aksi ini. Penyidik juga akan menelusuri bukti fisik di lokasi, termasuk kondisi cor jalan dan dokumen kepemilikan lahan, untuk memperkuat kasus.
Baca Juga: Makassar Siap Guncang Dunia, Jadi Tuan Rumah Event Internasional 2026!
Penyelidikan Intensif Polda Sulsel
Polda Sulsel telah membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti kasus ini. Penyelidikan mencakup pemanggilan saksi, pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi, dan pengecekan dokumen kepemilikan lahan.
“Kami juga akan mengecek izin pembangunan atau aktivitas pencor yang dilakukan di lahan ini. Jika terbukti ada pelanggaran hukum, maka pihak yang bersangkutan akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegas Kombes Andi Rudi.
Selain itu, polisi mengimbau warga untuk tidak mengambil tindakan sendiri dan menyerahkan masalah hukum kepada pihak berwenang. Langkah ini bertujuan mencegah konflik horizontal yang lebih besar.
Upaya Penyelesaian Sengketa dan Jalur Alternatif
Pemerintah kelurahan dan kecamatan setempat turut menanggapi insiden ini. Mereka akan memfasilitasi mediasi antara pihak yang bersengketa agar jalan publik tetap bisa digunakan warga. Selain itu, pihak kelurahan dan kecamatan juga berencana melakukan pemantauan rutin di lokasi untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Selain itu, warga sementara diarahkan menggunakan jalur alternatif agar aktivitas transportasi tetap berjalan lancar. Jalan alternatif ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan dan risiko kecelakaan hingga masalah sengketa lahan selesai diselesaikan secara hukum.
“Prioritas kami adalah menjaga keselamatan warga dan kelancaran akses jalan. Sementara itu, proses hukum akan memastikan hak masing-masing pihak terlindungi,” ujar Lurah Tamalanrea, Hendra Pratama.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com