Posted in

Dinsos Makassar Turunkan RT/RW Awasi Pengemis dan Anjal, Strateginya

Dinas Sosial Kota Makassar menurunkan peran RT dan RW untuk memperketat pengawasan terhadap pengemis dan anak jalanan di berbagai titik rawan.

Turunkan RT/RW Awasi Pengemis dan Anjal, Strateginya

Strategi ini mengedepankan pendekatan humanis melalui pendataan, pembinaan, dan pelatihan keterampilan agar penanganan lebih tepat sasaran. Dengan kolaborasi berbasis wilayah, Dinsos berharap praktik eksploitasi dapat dicegah sejak dini. Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.

Dinsos Makassar Libatkan RT/RW Pantau Pengemis dan Anjal

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar menggandeng pengurus RT dan RW untuk memperkuat pengawasan terhadap keberadaan pengemis dan anak jalanan (anjal) di sejumlah titik rawan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan ketertiban umum sekaligus memastikan penanganan sosial yang lebih terarah dan manusiawi.

Kepala Dinsos Makassar menjelaskan bahwa keterlibatan RT/RW dinilai penting karena mereka paling memahami kondisi lingkungan masing-masing. Dengan koordinasi yang baik, potensi munculnya praktik eksploitasi maupun aktivitas meminta-minta yang terorganisir bisa lebih cepat terdeteksi.

Menurutnya, pendekatan berbasis wilayah ini juga bertujuan mengedepankan pencegahan. RT/RW diharapkan dapat memberikan informasi awal kepada petugas apabila menemukan indikasi peningkatan jumlah pengemis atau anjal di lingkungan mereka.

Peran Strategis RT/RW Dalam Pengawasan Lingkungan

RT dan RW memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat paling bawah. Mereka bersentuhan langsung dengan warga sehingga mampu mengidentifikasi apakah seseorang benar-benar membutuhkan bantuan sosial atau justru terlibat dalam praktik yang melanggar aturan.

Melalui kerja sama ini, Dinsos Makassar akan memberikan pembekalan singkat terkait mekanisme pelaporan dan prosedur penanganan. Tujuannya agar setiap laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat tanpa menimbulkan konflik di masyarakat.

Selain itu, RT/RW juga didorong untuk melakukan pendekatan persuasif. Edukasi kepada keluarga yang memiliki anggota turun ke jalan untuk mengemis menjadi langkah penting agar persoalan sosial ini tidak terus berulang.

Baca Juga: Sengketa Lahan Kacaukan Jalan Makassar, Camat: Ini Di Luar Kewenangan Kami!

Pendekatan Humanis dan Pembinaan Berkelanjutan

Pendekatan Humanis dan Pembinaan Berkelanjutan

Dinsos Makassar menegaskan bahwa penanganan pengemis dan anjal tidak semata-mata berupa penertiban. Setelah dilakukan pendataan, mereka yang terjaring akan diarahkan mengikuti program pembinaan dan pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan masing-masing.

Program tersebut mencakup pelatihan kerja, konseling sosial, hingga fasilitasi akses bantuan sosial. Dengan demikian, warga yang sebelumnya menggantungkan hidup di jalan dapat memiliki alternatif penghasilan yang lebih layak dan berkelanjutan.

Pendekatan humanis ini diharapkan mampu mengurangi stigma negatif sekaligus mendorong reintegrasi sosial. Dinsos ingin memastikan bahwa solusi yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memutus mata rantai kemiskinan dan ketergantungan pada aktivitas mengemis.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski demikian, Dinsos mengakui bahwa penanganan pengemis dan anjal bukan perkara mudah. Faktor ekonomi, urbanisasi, hingga eksploitasi oleh pihak tertentu menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai sangat penting.

Dinsos Makassar juga berkoordinasi dengan Satpol PP dan aparat keamanan untuk memastikan penegakan aturan berjalan selaras dengan pendekatan sosial. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara ketertiban kota dan perlindungan hak warga.

Ke depan, pemerintah kota berharap peran aktif masyarakat, khususnya RT dan RW, dapat memperkuat sistem deteksi dini dan pengawasan lingkungan. Dengan kerja sama yang solid, Makassar diharapkan menjadi kota yang lebih tertib, aman, dan peduli terhadap penyelesaian persoalan sosial secara berkelanjutan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari makassar.antaranews.com
  • Gambar Kedua dari sulsel.idntimes.com