Posted in

Polisi Buru Pemasok Miras Oplosan, 4 Pemuda Tewas di Mamuju

Polisi tengah melakukan pengejaran terhadap pemasok minuman keras oplosan yang mengakibatkan empat pemuda tewas di Kabupaten Mamuju.

Polisi-Buru-Pemasok-Miras-Oplosan,-4-Pemuda-Tewas-di-Mamuju

Peristiwa tragis ini menambah panjang daftar korban miras oplosan di Indonesia. Kasus tersebut kini menjadi perhatian serius pihak kepolisian dan masyarakat setempat. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Makassar.

Tragedi Maut di Mamuju

Empat pemuda asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, ditemukan tewas usai mengonsumsi minuman keras yang diduga kuat merupakan oplosan. Korban dilaporkan mengeluh pusing, muntah, hingga hilang kesadaran sebelum akhirnya meninggal dunia. Insiden itu mengejutkan warga setempat karena terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan.

Menurut keterangan keluarga, para korban awalnya berkumpul pada malam akhir pekan untuk bersantai bersama. Ketika minuman mulai dikonsumsi, tak satu pun yang menyangka bahwa isinya berbahaya dan mematikan. Tidak lama setelah pesta minuman berakhir, mereka mulai menunjukkan gejala serius hingga tak tertolong.

Kisah tragis tersebut menambah duka di Mamuju, yang sebelumnya juga pernah dilanda kasus serupa meski tidak separah kali ini. Korban yang masih berusia muda membuat masyarakat semakin waspada akan bahaya miras oplosan. Situasi itu memicu kemarahan warga serta mendesak aparat agar segera menindak tegas para pemasok.

Polisi Buru Pemasok Oplosan

Kepolisian Resor Mamuju langsung turun tangan menyelidiki kasus ini. Kapolres Mamuju menyebut pihaknya kini fokus memburu pemasok minuman oplosan berbahaya tersebut. Diduga, miras itu berasal dari jaringan penjual ilegal yang kerap beroperasi secara sembunyi-sembunyi di sejumlah kecamatan.

Petugas sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk teman korban yang masih selamat. Dari keterangan yang dihimpun, miras dibeli melalui jalur tidak resmi dengan harga murah. Hal inilah yang membuat para pemuda tergoda tanpa menyadari risiko besar yang mengintai.

Pihak kepolisian menegaskan akan menindak para pelaku yang terbukti terlibat. Mereka bakal dijerat dengan pasal berlapis, mulai dari pelanggaran kesehatan hingga tindak pidana yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan keberadaan penjual miras ilegal di lingkungannya.

Baca Juga: Tawuran Warga Tallo Kembali Pecah di Makasar

Reaksi Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Reaksi-Masyarakat-dan-Pemerintah-Daerah

Kasus ini langsung memicu reaksi keras masyarakat Mamuju. Warga menilai peredaran miras oplosan sudah kelewat batas dan mengancam generasi muda. Beberapa tokoh masyarakat bahkan meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan di setiap titik rawan peredaran minuman terlarang tersebut.

Pemerintah Kabupaten Mamuju juga angkat bicara mengenai tragedi ini. Bupati setempat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan komitmennya untuk membantu aparat dalam memberantas jaringan miras oplosan. Selain itu, Pemda berencana melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah sebagai upaya pencegahan dini.

Masyarakat berharap kasus ini menjadi pengingat bersama tentang bahaya minuman oplosan yang terus memakan korban. Mereka meminta tidak hanya polisi, tetapi semua pihak termasuk keluarga dan sekolah, untuk terlibat dalam memberikan edukasi kepada anak muda. Dengan begitu, malingga tragedi serupa tidak terulang kembali.

Bahaya Miras Oplosan yang Mengintai

Minuman keras oplosan bukan hanya ilegal, tetapi juga sangat berbahaya bagi kesehatan. Kandungan kimia berbahaya seperti metanol sering digunakan dalam ramuan oplosan karena murah dan mudah diperoleh. Zat tersebut bisa menyebabkan kerusakan organ vital, kebutaan, hingga kematian.

Kasus di Mamuju menambah panjang catatan kelam korban miras oplosan di Indonesia. Setiap tahun, puluhan nyawa melayang akibat konsumsi minuman beracun ini. Ironisnya, peringatan demi peringatan seakan belum mampu menekan angka kejadian tersebut secara signifikan.

Pakar kesehatan menegaskan bahwa edukasi masyarakat harus diutamakan. Pemahaman mengenai bahaya miras oplosan perlu digencarkan, terutama bagi kalangan remaja. Kesadaran ini penting agar generasi muda tidak mudah tergiur dengan harga murah yang ditawarkan oleh para pelaku ilegal.

Kesimpulan

Tragedi tewasnya empat pemuda di Mamuju akibat miras oplosan menjadi alarm keras bagi semua pihak. Peredaran minuman berbahaya ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap keselamatan generasi muda. Kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat harus bekerja sama untuk memberantas jaringan pemasok sekaligus meningkatkan kesadaran publik. Tanpa langkah nyata yang tegas, kasus serupa hanya akan terulang kembali, menelan korban demi korban yang seharusnya bisa diselamatkan.

Untuk informasi terkini dan lengkap mengenai berbagai kejadian penting di Manado kalian bisa kunjungi Info Kejadian Manado.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari merdeka.com
  • Gambar Kedua dari kompas.com