Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) meraih juara dalam EcoBoss Greenpreneurship Pitch Challenge 2025 berkat inovasi Aerotrak, alat portabel pendeteksi.
Perangkat ini memungkinkan masyarakat memantau kualitas udara secara real-time dan mengambil langkah pencegahan sejak dini. Kemenangan ini membawa hadiah Rp170 juta yang akan digunakan untuk pengembangan teknologi lebih lanjut.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.
Tim Mahasiswa Unhas Raih Juara EcoBoss 2025
Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dan internasional. Melalui inovasi bertajuk Aerotrak, mereka berhasil meraih juara dalam ajang EcoBoss Greenpreneurship Pitch Challenge 2025, sebuah kompetisi kewirausahaan hijau yang berfokus pada solusi berkelanjutan bagi lingkungan.
Kompetisi ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan ide bisnis inovatif yang berdampak positif bagi lingkungan. Keberhasilan tim Unhas menembus persaingan ketat membuktikan bahwa inovasi berbasis sains dan kepedulian lingkungan memiliki daya saing tinggi.
Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Hasanuddin sebagai kampus yang aktif mendorong pengembangan riset terapan dan kewirausahaan hijau di kalangan mahasiswa. Dinilai mampu menjawab persoalan lingkungan yang semakin kompleks, khususnya terkait kualitas udara.
Aerotrak, Alat Portable Pantau Polusi Udara
Aerotrak merupakan perangkat portabel pendeteksi polusi udara yang dirancang untuk memantau kualitas udara secara real-time. Ide ini lahir dari keprihatinan tim terhadap bahaya polusi udara yang kerap tidak disadari masyarakat karena dampaknya bersifat jangka panjang dan tidak langsung terlihat.
Muhammad Al Mabrur G, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, mulai dari gangguan pernapasan hingga penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, Aerotrak hadir sebagai alat bantu preventif agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Perangkat ini berbentuk tag kecil yang praktis dan fleksibel. Aerotrak dapat dijadikan gantungan kunci, ditempelkan pada tas, atau dipasang di kendaraan. Desain tersebut membuatnya ideal digunakan oleh pekerja lapangan, pengemudi ojek daring, pelajar, maupun masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Pleidoi Ditolak, Jaksa Nilai Pembakaran DPRD Sulsel Disengaja
Inovasi Mikrokontroler dan Sensor Udara Hijau
Secara teknis, Aerotrak dikendalikan oleh sistem mikrokontroler yang terintegrasi dengan sensor kualitas udara. Sensor ini mampu mendeteksi parameter penting seperti partikel polutan dan kondisi udara sekitar secara akurat dan cepat.
Data yang dikumpulkan oleh Aerotrak dapat digunakan sebagai informasi awal untuk memahami tingkat paparan polusi di lingkungan sekitar. Dengan teknologi yang terus dikembangkan, Aerotrak diharapkan dapat terhubung dengan aplikasi digital guna memberikan notifikasi dan rekomendasi kesehatan kepada pengguna.
Pengembangan Aerotrak tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan. Tim memastikan bahwa perangkat ini hemat energi dan dirancang agar dapat digunakan dalam jangka panjang, sejalan dengan prinsip green technology yang diusung dalam kompetisi.
Hadiah Rp170 Juta dan Langkah Pengembangan Selanjutnya
Atas kemenangan tersebut, tim Aerotrak berhasil meraih hadiah sekitar Rp170 juta. Dana ini akan dimanfaatkan untuk melanjutkan pengembangan produk, termasuk penyempurnaan teknologi, uji coba lanjutan, serta persiapan menuju tahap produksi.
Kompetisi EcoBoss Greenpreneurship merupakan kolaborasi antara Pemerintah Australia melalui DFAT, Academy of Entrepreneurs Australia, serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Program ini bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan.
Seleksi kompetisi dimulai dari tingkat internal kampus hingga nasional. Tim Aerotrak berhasil meraih peringkat pertama di Universitas Hasanuddin, lolos seleksi nasional, masuk enam besar finalis, dan akhirnya dinobatkan sebagai juara.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Makassar kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Makassar.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari makassar.antaranews.com
- Gambar Kedua dari makassar.antaranews.com