Makassar geger saat seorang pencuri kabel tembaga tertangkap basah di rumah kosong pada momen Tahun Baru 2026. Pelaku, Haikal (22), sempat diamuk massa.
Dikenal sebagai residivis pencurian kabel dan besi tua, Haikal sering menyasar rumah yang ditinggal pemiliknya saat libur panjang. Polisi menegaskan proses hukum akan dijalankan, sekaligus mengimbau warga tetap waspada.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Makassar.
Makassar Geger Pencuri Kabel Dihajar Warga di Tahun Baru
Makassar kembali digegerkan oleh aksi kriminal yang terjadi pada momen libur Tahun Baru 2026. Seorang pemuda berinisial Haikal (22) berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Bontoala setelah tertangkap mencuri kabel tembaga di sebuah rumah kosong di Jalan Lamuru, Kecamatan Bontoala, Sulawesi Selatan, Kamis (1/1).
Menurut Kanit Polsek Bontoala, Iptu Syaharuddin Rahman, pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum diamankan ke kantor polisi. “Pelaku ini sempat di massa warga di sekitar TKP. Jadi kita amankan ke sini, diamankan oleh SKPT dan piket Reskrim dan kita proses,” ujarnya, Jumat (2/1).
Haikal diketahui bukan pelaku baru. Ia sering melakukan pencurian serupa di rumah-rumah kosong yang ditinggal pemiliknya saat libur panjang, terutama pada momen Natal dan Tahun Baru. Keberuntungan sempat berpihak padanya karena nyawanya selamat meski sempat diamuk warga yang emosi.
Jejak Peristiwa Pencurian
Berdasarkan informasi dari kepolisian, Haikal diketahui memantau rumah korban di Jalan Lamuru II, Kelurahan Lamuru, sebelum melakukan aksinya. Pelaku masuk ke rumah kosong dengan merusak pintu dan mulai membongkar berbagai barang berharga yang ada di dalam rumah.
“Pelakunya satu orang. Dia tertangkap basah warga yang marah. Saat ini sudah ditahan di Polsek,” terang Syaharuddin. Barang-barang yang dibongkar pelaku sebagian masih berfungsi, namun dirusak demi mengambil tembaganya. Kerugian korban ditaksir mencapai Rp15 jutaan, termasuk komputer, AC, besi, dan berbagai barang lainnya.
Modus operandi Haikal cukup sistematis. Ia selalu menyasar rumah yang ditinggal lama pemiliknya, membawa peralatan untuk membongkar dan mengambil tembaga serta barang berharga lainnya. Hasil curiannya kemudian dijual ke pengumpul barang loakan, sehingga aksi ini menjadi kegiatan rutin yang meresahkan warga.
Baca Juga: Tragis! Pemuda Tewas Dikeroyok di Malam Tahun Baru di Makassar
Profil Pelaku dan Riwayat Kejahatan
Haikal dikenal warga Jalan Panamppu sebagai seorang residivis yang sering mencuri besi tua, kabel tembaga, dan barang berharga lain di rumah kosong. Berdasarkan catatan polisi, ia telah beberapa kali melakukan aksi serupa di wilayah Makassar, sehingga tindakannya kali ini bukan kasus pertama.
Pelaku juga memiliki metode yang terencana. Ia selalu memantau rumah kosong sebelum beraksi, menargetkan rumah yang ditinggal lama pemiliknya. Perilaku ini menunjukkan adanya perhitungan matang sebelum melakukan pencurian, sekaligus risiko tinggi bagi warga yang tinggal di daerah tersebut saat meninggalkan rumah untuk liburan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa Haikal kini disangkakan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. Polisi juga menekankan akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal.
Respons Polisi dan Peringatan untuk Warga
Setelah kejadian, Polsek Bontoala mengimbau warga agar tetap waspada dan meningkatkan keamanan rumah, terutama saat meninggalkan rumah kosong di libur panjang. Kami harap masyarakat bisa lebih berhati-hati, mengunci rumah dengan baik, dan melaporkan hal mencurigakan agar kejadian serupa tidak terulang.
Polisi juga menekankan pentingnya kerja sama antara warga dan aparat dalam menjaga lingkungan. Dengan adanya sistem keamanan lingkungan dan kewaspadaan warga, tindakan kriminal seperti pencurian kabel tembaga bisa diminimalkan.
Selain itu, aparat menghimbau agar warga tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang bisa membahayakan diri sendiri. Kejadian amukan massa terhadap pelaku menjadi contoh risiko besar ketika emosi warga memuncak, meskipun niat awalnya untuk menegakkan keadilan.
Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di Info Kejadian Makassar.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari makassar.antaranews.com
- Gambar Kedua dari voi.id